Mengapa PRISMA Flowchart Menjadi Syarat Mutlak Jurnal Bereputasi
Banyak naskah Systematic Literature Review (SLR) ditolak oleh reviewer jurnal internasional bereputasi tinggi pada tahap awal seleksi. Alasan utamanya bukan karena topik yang kurang menarik, melainkan karena transparansi metodologi seleksi literatur yang lemah. Editor jurnal Scopus Q1 atau Q2 mewajibkan alur seleksi studi digambarkan secara rinci melalui diagram alir berstandar internasional.
PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) flowchart menyajikan seluruh tahapan pengumpulan data secara jujur dan terukur. Diagram ini membuktikan kepada reviewer bahwa Anda tidak memilih artikel secara acak, melainkan melalui serangkaian penyaringan yang terstruktur. Bagi peneliti yang sedang menyusun manuskrip, memahami metode ini sama pentingnya dengan memelajari panduan menulis Systematic Literature Review (SLR) untuk jurnal Q1 secara utuh.
Komponen Utama dalam PRISMA Flowchart Terbaru
Standar PRISMA 2020 memperbarui versi terdahulu dengan menambahkan beberapa detail spesifik, terutama terkait pencarian dari database elektronik dan sumber sekunder lainnya. Diagram alir ini terbagi menjadi empat tahapan utama.
1. Tahap Identifikasi (Identification)
Pada tahap awal ini, peneliti mencatat total catatan yang ditemukan dari seluruh pangkalan data yang digunakan, seperti Scopus, Web of Science, PubMed, atau IEEE Xplore. Catat pula artikel yang ditemukan dari sumber lain, seperti pencarian manual atau daftar referensi.
2. Tahap Penyaringan (Screening)
Setelah pengumpulan data awal, langkah berikutnya adalah membuang data ganda (duplikat). Sisa artikel kemudian disaring berdasarkan kriteria judul dan abstrak. Artikel yang tidak relevan dengan pertanyaan penelitian langsung dikeluarkan pada tahap ini.
3. Tahap Kelayakan (Eligibility)
Artikel yang lolos screening abstrak diproses ke tahap pembacaan teks utuh (full-text article). Di sini, peneliti menilai kelayakan artikel secara mendalam berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelum riset dimulai.
4. Tahap Inklusi (Included)
Tahap akhir ini menampilkan jumlah pasti studi yang akhirnya dimasukkan ke dalam analisis sintesis akhir, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Langkah Praktis Menyusun PRISMA Flowchart
Agar diagram yang Anda buat akurat dan tidak membingungkan reviewer, ikuti alur kerja berikut ini.
- Dokumentasikan string pencarian dan jumlah hasil: Catat tanggal pencarian, kata kunci (search string), dan jumlah dokumen yang didapat dari setiap database. Simpan file RIS atau BibTeX dari masing-masing pangkalan data.
- Gunakan pengelola referensi untuk menghapus duplikat: Impor semua file referensi ke perangkat lunak seperti Mendeley, EndNote, atau Zotero. Jalankan fitur penyaringan duplikat dan catat berapa artikel yang terhapus.
- Tentukan alasan eksklusi pada tahap full-text: Saat menolak naskah di tahap membaca teks utuh, Anda wajib mencatat alasannya. Contoh alasan eksklusi: subjek tidak sesuai kriteria umur, bahasa non-Inggris, atau data statistik tidak lengkap.
- Petakan angka ke dalam template PRISMA 2020: Masukkan angka-angka yang diperoleh ke dalam kotak yang sesuai pada bagan alir PRISMA.
Alat Bantu Gratis untuk Membuat Diagram PRISMA
Membuat bagan alir secara manual menggunakan Microsoft Word sering kali memakan waktu dan berisiko salah format. Peneliti dapat memanfaatkan beberapa alat bantu efisien berikut:
- PRISMA Flow Diagram Generator (online): Alat berbasis web yang memungkinkan pengguna mengisi jumlah artikel dan langsung mengunduh diagram dalam format PDF atau PNG.
- Package PRISMA2020 pada R: Pilihan tepat bagi akademisi yang terbiasa dengan bahasa pemrograman R untuk menghasilkan diagram berkualitas vektor tinggi.
- Shiny App PRISMA: Antarmuka interaktif yang memudahkan visualisasi tanpa perlu menulis kode program.
Strategi Memilih Jurnal Target untuk Naskah SLR Anda
Setelah diagram alir dan draf naskah selesai disusun, tantangan berikutnya adalah menemukan jurnal target yang tepat. Mengirimkan artikel SLR ke jurnal yang salah bisa mengakibatkan penolakan langsung (desk rejection).
Untuk menghemat waktu dan menghindari salah sasaran, dosen serta peneliti dapat mengoptimalkan Journal Finder bayarjurnal.id. Fitur pencarian jurnal ini dirancang khusus untuk mencari, menyaring, dan membandingkan jurnal target terindeks Scopus berdasarkan bidang keilmuan, tingkatan quartile (Q1 hingga Q4), metrik SJR, serta estimasi biaya publikasi (APC).
Mengelola Pembiayaan Publikasi dan APC Jurnal Target
Banyak jurnal open access bereputasi yang menerima artikel SLR menetapkan Article Processing Charge (APC). Bagi akademisi Indonesia, proses pembayaran APC ke penerbit luar negeri sering menjadi kendala tersendiri akibat keterbatasan kartu kredit berlimit valas atau prosedur transfer bank internasional yang rumit.
Guna kelancaran pelaporan hibah penelitian seperti BOPTN, LPDP, maupun pemenuhan BKD, dibutuhkan kuitansi dan bukti bayar resmi. Layanan bayarjurnal.id hadir membantu peneliti menyelesaikan pembayaran APC jurnal internasional dengan cepat dan aman tanpa memerlukan kartu kredit pribadi. Transaksi diproses dalam waktu singkat dengan kurs transparan, serta dilengkapi dokumen pendukung resmi untuk SPJ kampus.
Rencana Aksi Peneliti
Menyusun diagram alir PRISMA yang presisi adalah langkah awal meningkatkan peluang penerimaan artikel Anda di jurnal bereputasi. Mulailah aksi Anda hari ini dengan langkah konkret berikut:
- Unduh template resmi PRISMA 2020 dari situs resmi PRISMA Statement.
- Lakukan pendokumentasian jumlah artikel dari setiap database secara riil.
- Gunakan perangkat lunak otomatis untuk penyaringan duplikat dan pembuatan diagram.
- Manfaatkan pencarian jurnal terintegrasi untuk menemukan media publikasi bereputasi yang sesuai dengan anggaran hibah Anda.
