Ancaman Hijacked Journal bagi Peneliti Indonesia
Bayangkan skenario ini. Anda telah menghabiskan waktu berbulan-bulan menyelesaikan riset hibah BOPTN. Setelah melalui proses review yang tampak meyakinkan, Anda membayar biaya publikasi (APC) belasan juta Rupiah. Namun, saat mengklaim angka kredit (KUM) untuk kenaikan jabatan fungsional Lektor Kepala, tim penilai menolak jurnal tersebut. Alasan mereka mengejutkan: jurnal tempat Anda menerbitkan artikel adalah versi bajakan atau hijacked journal.
Uang riset melayang, reputasi akademik Anda dipertaruhkan, dan laporan BKD Anda tertunda. Kasus seperti ini semakin sering menimpa akademisi di Indonesia. Penjahat siber kini sengaja menduplikasi situs jurnal bereputasi tinggi yang sudah tidak aktif atau lalai memperpanjang domain mereka. Sebagai langkah awal, Anda juga perlu memahami perbedaan antara jurnal kloning dan jurnal predator dengan membaca cara mendeteksi dan menghindari jurnal predator serta jurnal kloning agar tidak salah mengambil keputusan sejak dini.
Apa Itu Hijacked Journal?
Hijacked journal adalah situs web palsu yang dibuat untuk meniru jurnal ilmiah resmi yang sudah terindeks di database bereputasi seperti Scopus atau Web of Science. Biasanya, pengelola jurnal asli melakukan kelalaian seperti terlambat memperpanjang domain web mereka. Celah inilah yang dimanfaatkan penjahat siber untuk membeli domain tersebut, lalu membangun ulang tampilannya sedemikian rupa agar sangat mirip dengan jurnal aslinya. Mereka kemudian menarik biaya APC yang mahal dari para dosen dan peneliti yang kurang teliti.
Metode 1: Memeriksa Domain Age (Umur Domain)
Salah satu cara paling efektif untuk membongkar penyamaran jurnal bajakan adalah dengan memeriksa umur domain situs web mereka. Logikanya sangat sederhana. Jika sebuah jurnal mengklaim telah terbit sejak tahun 2005, maka domain situs web mereka seharusnya sudah didaftarkan sejak tahun tersebut atau tidak jauh dari tahun pendiriannya.
Jika saat Anda memeriksa umur domain ternyata situs tersebut baru aktif beberapa bulan atau satu tahun lalu, Anda wajib curiga. Berikut adalah cara mudah melakukan pengecekan umur domain:
- Salin URL situs jurnal yang ingin Anda periksa.
- Buka situs penyedia layanan cek umur domain gratis seperti Duplichecker Domain Age Checker atau SmallSEOTools.
- Tempelkan URL tadi ke dalam kolom yang tersedia, lalu klik tombol periksa.
- Perhatikan tanggal registrasi domain (Creation Date).
Bandingkan tanggal registrasi tersebut dengan arsip volume publikasi pertama jurnal tersebut. Jika terdapat selisih waktu yang tidak masuk akal, hampir dipastikan situs tersebut adalah hasil bajakan.
Metode 2: Menganalisis Data Whois
Langkah kedua adalah menelisik kepemilikan domain melalui pencarian data Whois. Layanan Whois menyimpan informasi penting mengenai siapa yang mendaftarkan domain, kapan domain tersebut diperbarui, kapan masa berlakunya habis, serta penyedia hosting yang digunakan.
Untuk melakukan pengecekan Whois, Anda bisa mengikuti panduan praktis berikut:
- Kunjungi situs Whois resmi seperti whois.com atau ICANN Lookup.
- Masukkan alamat domain jurnal pada kolom pencarian.
- Analisis informasi pada bagian Registrant Contact.
Jurnal ilmiah bereputasi umumnya didaftarkan atas nama institusi universitas, asosiasi profesi, atau penerbit besar (publisher). Sebaliknya, domain hijacked journal sering kali didaftarkan oleh individu pribadi dengan alamat email gratisan seperti Gmail atau Yahoo, serta menggunakan layanan privasi (domain privacy) untuk menyembunyikan identitas asli mereka.
Metode 3: Melacak Riwayat Menggunakan Wayback Machine
Penjahat siber bisa saja membeli domain tua yang sudah kedaluwarsa untuk mengelabui pengecekan umur domain. Namun, mereka tidak bisa memanipulasi sejarah isi situs tersebut. Di sinilah Wayback Machine (archive.org) menjadi penyelamat bagi para akademisi.
Wayback Machine berfungsi merekam tampilan visual suatu situs dari tahun ke tahun. Anda dapat menggunakannya dengan cara berikut:
- Buka situs resmi archive.org.
- Masukkan URL domain jurnal yang dicurigai ke dalam kolom pencarian.
- Lihat kalender riwayat rekaman situs yang muncul.
- Klik pada tahun-tahun sebelumnya untuk melihat isi halaman web tersebut di masa lalu.
Jika domain tersebut memang milik jurnal ilmiah sejak lama, maka rekamannya akan konsisten menampilkan arsip publikasi ilmiah dari tahun ke tahun. Namun, jika Anda menemukan bahwa beberapa tahun lalu domain tersebut berisi situs judi online, portal kosmetik, atau blog pribadi yang tiba-tiba berubah drastis menjadi situs jurnal ilmiah, maka domain tersebut dipastikan telah berpindah tangan dan dibajak.
Tabel Perbandingan Jurnal Asli vs Jurnal Hijacked
Agar lebih mudah membedakan keduanya, silakan perhatikan rangkuman ciri perbedaan berikut ini:
| Karakteristik | Jurnal Asli | Hijacked Journal (Bajakan) |
|---|---|---|
| Umur Domain | Sesuai dengan tahun pertama kali jurnal menerbitkan volume perdana. | Sangat baru, atau memakai domain tua bekas industri lain. |
| Data Registrant Whois | Nama Universitas, Lembaga Riset, atau Penerbit Resmi. | Nama individu pribadi atau menggunakan fitur penyembunyi identitas. |
| Riwayat Wayback Machine | Konsisten menampilkan arsip publikasi ilmiah dari tahun ke tahun. | Pernah berisi situs komersial, judi, atau kosong sebelum mendadak jadi jurnal. |
| Metode Pembayaran APC | Menggunakan sistem pembayaran resmi (institusi atau payment gateway tepercaya). | Sering meminta transfer ke rekening pribadi atau akun PayPal non-institusi. |
Solusi Pembayaran APC yang Aman dan Bebas Resiko SPJ Kampus
Setelah Anda memastikan bahwa jurnal tujuan Anda adalah jurnal yang aman dan resmi, tantangan berikutnya adalah proses pembayaran APC internasional. Sering kali, pihak jurnal meminta pembayaran melalui kartu kredit internasional, PayPal, atau transfer valas yang rumit. Hal ini kerap menjadi kendala besar bagi dosen di Indonesia yang tidak memiliki kartu kredit pribadi dengan limit mencukupi.
Belum lagi urusan birokrasi kampus. Untuk mencairkan dana hibah riset seperti BOPTN atau LPDP, Anda membutuhkan invoice resmi, kuitansi, dan bukti bayar yang sah agar lolos verifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Menggunakan kartu kredit pribadi rekan sejawat sering kali membuat proses administrasi keuangan menjadi sangat rumit.
Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa menggunakan layanan profesional dari bayarjurnal.id. Layanan ini membantu para akademisi Indonesia untuk melunasi biaya APC jurnal internasional dengan mudah, cepat, dan sepenuhnya aman. Proses transaksi diselesaikan dalam waktu 1-2 jam saja tanpa Anda harus memiliki kartu kredit. Kurs yang ditawarkan sangat transparan, serta dilengkapi dengan dokumen invoice resmi untuk keperluan kelancaran SPJ kampus Anda.
Kesimpulan
Mendeteksi keaslian jurnal sebelum melakukan submit artikel adalah investasi waktu yang sangat berharga. Dengan mengkombinasikan pengecekan umur domain, data Whois, dan pelacakan riwayat di Wayback Machine, Anda dapat terhindar dari perangkap hijacked journal yang merugikan secara finansial dan akademik. Selalu lakukan pengecekan ganda demi mengamankan karya ilmiah terbaik Anda.
